Tampilkan postingan dengan label AQIDAH AKLAK ISLAM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AQIDAH AKLAK ISLAM. Tampilkan semua postingan

Minggu, 26 Desember 2010

Aklak Terpuji Manusia

1. Akhlak Terhadap Diri Sendiri
2. [keluarga-islam] Akhlak Kepada Orang Tua dan Kerabat]
3. Aklak sesama muslim
4. aklak terhadap tetangga
5. aklak terhadap flora
6.aklak terhadap fauna


Akhlak Terhadap Diri Sendiri

Yang dimaksud dengan akhlak terhadap diri sendiri adalah sikap seseorang terhadap diri pribadinya baik itu jasmani sifatnya atau ruhani. Kita harus adil dalam memperlakukan diri kita, dan jangan pernah memaksa diri kita untuk melakukan sesuatu yang tidak baik atau bahkan membahayakan jiwa.


Sesuatu yang membahayakan jiwa bisa bersifat fisik atau psikis. Misalnya kita melakukan hal-hal yang bisa membuat tubuh kita menderita. Seperti; terlalu banyak bergadang, sehingga daya tahan tubuh berkurang, merokok, yang dapat menyebabkan paru-paru kita rusak, mengkonsumsi obat terlarang dan minuman keras yang dapat membahyakan jantung dan otak kita. Untuk itu kita harus bisa bersikap atau beraklak baik terhadap tubuh kita.
Selain itu sesuatu yang dapat membahayakan diri kita itu bisa bersifat psikis. Misalkan iri, dengki , munafik dan lain sebagainya. Hal itu semua dapat membahayakan jiwa kita (red- bukan nyawa) semua itu merupaan penyakit hati yang harus kita hindari. Hati yang berpenyakit seperti iri dengki munafiq dan lain sebagainya akan sulit sekali menerima kebenaran, karena hati tidak hanya menjadi tempat kebenaran, dan iman, tetapi hati juga bisa berubah menjadi tempat kejahatan dan kekufuran.
Untuk menghindari hal tersebut di atas maka kita dituntut untuk mengenali berbagai macam penyakit hati yang dapat merubah hati kita, yang tadinya merupakan tempat kebaikan dan keimanan menjadi tempat keburukan dan kekufuran.
Seperti yang telah dikatakan bahwa diantara penyakit hati adalah iri dengki dan munafik. Maka kita harus mengenali penyakit hati tersebut.

Sifat Jaiz atau Mungkin Pada Allah swt

ASSALAMU'ALAIKUM WARAHMATULLAH.............

ISTI'AZATI BILLAH, WABTIDAIE BISMILLAH, WA KULLULHAMDI LILLAH, WASSOLATU WASSALAMU 'ALA RASULILLAH, WA 'ALA ALIHI WA ASHABIHI WA MAN WALAH.............
SUBHANAKALA ‘ILMALANA ILLA MA ‘ALLAMTANA, INNAKA ANTAL’ALIMUL HAKIM, RODHITU BILLAHI RABBAN WABIL ISLAMI DINAN WA BIMUHAMMADIN NABIYAN WA RASULA.............
AMMA BA'DU,
Posting ini adalah lanjutan dari kajian yang berjudul “Hakikat Zat Pada Sifat Allah” yang lalu. Sebagaimana posting yang lalu, di mana kita telah melakukan penelitian dan perbahasan tentang 20 (dua puluh) sifat yang wajib pada Allah swt, maka pada kajian ini kita akan cuba melakukan penelitian tentang sifat yang Jaiz pada Allah swt.
Jaiz pada sifat Allah swt bererti mungkin iaitu sesuai dengan sifat Allah swt; Iradat yang bererti berkehendak. Allah swt berkehendak dengan sifat iradatNya, sehingga segala sesuatu boleh bersifat mungkin dan tidak ada yang mustahil bagi Allah swt. Secara syariat dinyatakan bahawa; “Manusia punya kehendak, Allah punya kehendak, tetapi kehendak Allah swt lah yang akan berlaku”, “Nyatanya iradat Allah swt itu pada nafsu kita, kalau tidak berkehendak nafsu kita, tidak nyata iradat Allah swt itu, kerana berkehendak nafsu kita itu dengan iradat Allah swt”.
Dalam “Kajian Hakikat Tauhid” ini, kita memahami bahawa sifat Jaiz pada Allah swt terbagi atas 4 (empat) kelompok atau empat bahagian dengan namanya masing-masing iaitu:
1. Mungkin pada masa lalu (wajada wa’angqada)
Mungkin pada masa lalu ini adalah seperti mungkin pada nenek moyang kita termasuk di dalamnya asal usul dan segala hal yang berhubungan dengannya. Dalam mungkin “wajada wa’angqada” ini, pemahaman kita adalah bahawa sifat Qudrat dan Iradat Allah swt memberi bekas pada setiap ciptaanNya, taktsariyah namanya.

Sifat Mustahil Bagi Allah s.w.t



Wajib atas tiap-tiap mukallaf mengetahui sifat-sifat yang mustahil bagi Allah yang menjadi lawan daripada dua puluh sifat yang wajib baginya. Maka dengan sebab itulah di nyatakan di sini sifat-sifat yang mustahil satu-persatu :

1. ‘Adam beerti “tiada”

2. Huduth beerti “baharu”
3. Fana’ beerti “binasa”
4. Mumathalatuhu Lilhawadith beerti “menyerupai makhluk”
5. Qiyamuhu Bighayrih beerti “berdiri dengan yang lain”

20 Sifat Wajib allah


Sifat wajib ALLAH adalah sifat-sifat yang wajib bagi Allah s.w.t. yang wajib bagi Allah yang wajib diketahui dengan tafsil ( satu persatu ) iaitu 20 sifat :


1. Wujud : Ertinya Ada
Iaitu tetap dan benar yang wajib bagi zat Allah Ta’ala yang tiada disebabkan dengan sesuatu sebab. Maka wujud ( Ada ) – disisi Imam Fakhru Razi dan Imam Abu Mansur Al-Maturidi bukan ia a’in maujud dan bukan lain daripada a’in maujud , maka atas qaul ini adalah wujud itu Haliyyah ( yang menepati antara ada dengan tiada) .
Tetapi pada pendapat Imam Abu Hassan Al-Ashaari wujud itu ‘ain Al-maujud , kerana wujud itu zat maujud kerana tidak disebutkan wujud melainkan kepada zat. Kepercayaan bahawa wujudnya Allah s.w.t. bukan sahaja di sisi agama Islam tetapi semua kepercayaan di dalam dunia ini mengaku menyatakan Tuhan itu ada.
Firman Allah s.w.t. yang bermaksud :
” Dan jika kamu tanya orang-orang kafir itu siapa yang menjadikan langit dan bumi nescaya berkata mereka itu Allah yang menjadikan……………”
( Surah Luqman : Ayat 25 )

MENYAMBUT BULAN MUHARAM DAN FADILAH MUHARAM

Banyak hal-hal sunnah yang pernah Rasulullah Shollallahu ‘Alayhi Wasallam lakukan, Maka, sebagai Ummat Baginda Nabi besar Muhammad Shollallahu ‘Alayhi Wasallam, hendaklah kita juga melakukannya…

Dijelaskan oleh Al-Habib Munzir bin Fuad Al-Musawwa, puasa 10 muharram adalah sunnah Rasul saw, demikian belasan hadits riwayat shahih Bukhari dan shahih Muslim dan lainnya, riwayat shahih Muslim bahwasanya Rasulullah Shollallahu ‘Alayhi Wasallam bersabda puasa 10 muharram menghapus doa setahun, "sebaik baik puasa setelah ramadhan adalah puasa di bulan Muharram" (shahih Ibn Hibban hadits no.3636)

Sabda Rasulullah saw : "puasa hari asyura menghapus dosa setahun yg sebelumnya" Shahih Muslim hadits no.1162) dalam madzhab syafii (madzhab kita), berpuasa adalah pada 9-10, karena Imam Syafii berfatwa terdapat hadits Rasulullah Shollallahu ‘Alayhi Wasallam bahwa jika aku menjumpai tahun yg akan datang aku akan berpuasa 9 dan 10 muharram, namun beliau wafat dan tidak sempat melaksanakan puasa 9 - 10, namun Imam syafii berfatwa bahwa puasa 9-10 jauh lebih berhak dilakukan, demi tidak menyamai yahudi yg berpuasa hanya pada 10 Muharram saja, karena Rasulullah Shollallahu ‘Alayhi Wasallam mengajarkan untuk tidak menyamakan diri dg yahudi dan nasrani. 1)

Kamis, 23 Desember 2010

KEDUDUKAN AS-SUNNAH DALAM SYARI'AT ISLAM

As-Sunah sebagai sumber hukum Islam kedua setelah Al-Quran, tidak diragukan pengaruhnya di dalam dunia fiqih Islam, terutama  pada masa para imam mujtahid dengan berdirinya mazhab-mazhab ijtihad. Sebagai masa  kejayaan kajian ilmu hukum Islam di dalam dunia sejarah.
Hal semacam ini tidak pernah terjadi pada umat agama lain, baik di zaman dahulu atau sekarang. Setiap orang yang mendalami mazhab-mazhab fiqih, maka akan mengetahui betapa besar pengaruh As-Sunah di dalam penetapan hukum-hukum fiqih.

HAPUS TRADISI SETAN VALENTINE DARI MUKA BUMI

SEJARAH VALENTINE’S DAY

The World Book Encyclopedia (1998) melukiskan banyaknya versi mengenai Valentine’s Day : “Some trace it to an ancient Roman festival called Lupercalia.
Other experts connect the event with one or more saints of the early Christian church. Still others link it with an old English belief that birds choose their mates on February 14. Valentine’s Day probably came from a combination of all three of those sources–plus the belief that spring is a time for lovers.”

PULUHAN SHOLAWAT KEPADA NABI SAW

Nabi Muhammad SAW bersabda : "Bagi siapa yang bersholawat kepadaku satu kali, maka baginya 10 rahmat (dari Allah SWT)." HR. Imam Bukhori.

Dalam berbagai sumber, baik hadis maupun keterangan para ulama yang termuat dalam kitab-kitab kuning (istilah santri bagi kitab yang kertasnya berwama kuning) banyak sekali lafazh-lafazh shalawat. Seperti yang terhimpun dalam kitab Muktashar fî Ma’ânî Asmâ Allâh al-Husnâ, dalam bâb Ash-Shalâh ‘alâ al-Nabi, karangan Al-Ustâdz Mahmûd al-Sâmî, dan kitab Afdhalu al-Shalawâti ‘alâ Sayyidi al-Sâdâti, karangan Yûsuf bin Ismâ’îl al-Nabhânî.

MAULID BUKAN UNTUK NYEMBAH NABI MUHAMMAD

Datangnya bulan Rabi’ul Awwal selalu identik dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Peringatan Maulid sendiri pertama kali digelar pada tahun 1187 M atas prakarsa Sultan Shalahuddin al Ayyubi, Mesir (1138 - 1193),
dengan maksud untuk membangkitkan semangat jihad kaum Muslim merebut kembali Yerussalem dari kekuasaan pasukan Salib.

Pada tahun 1185 M, ketika menunaikan ibadah haji, Shalahuddin menyerukan perlunya membangkitkan semangat jihad tersebut. Untuk itu, beliau membuka sayembara menulis riwayat Rasululllah SAW dalam untaian puisi, yang kemudian dimenangkan oleh Syaikh Ja’far bin Abdul Karim al Barzanji. Dan syair sang iman itu berperan penting dalam usaha pembebasan kota Yerussalem.

MENOLAK RELATIVISME "IMAN" DAN "KUFUR"

Paham relativ melahirkan ‘isme’ baru yang disebut dengan “bingungisme”. Paham seperti ini sudah tak mampu membedakan mana haq dan mana bathil.
 
Oleh: Qosim Nursheha Dzulhadi *

Konsep aqidah dalam Islam –Al-Quran dan sunnah—dijelaskan oleh Allah s.w.t. dan Nabi Muhammad s.a.w. dengan sangat detail. Maka istilah ‘iman-kufur’ bukan terminologi relatif. Ia merupakan istilah “final”, tidak bisa dikutak-katik lagi. Keduanya selalu vis-a-vis, laiknya terma-terma yang lain, semisal: haq-batil, thayyib-khabits, dsb.

Tanda Munculnya Kemakmuran Bagi Muslimin-Muslimat 3 (Oleh Habib Munzir)

Hadirin hadirat yang di muliakan Allah,

Demikian luhurnya Rasul shallallahu 'alaihi wasallam menceritakan kejadian ini dan semua kejadian ini telah terjadi tinggal yang terakhir yang saya tunggu munculnya kemakmuran, semoga segera berlimpah kemakmuran atas muslimin muslimat, tanda – tandanya yang sudah di perlihatkan dan sudah jelas insya Allah akan semakin dekat, semakin banyak orang yang sujud, makin banyak orang yang cinta sujud, sujud dengan jasadnya dan sujud dengan hatinya, berdzikir adalah hakikatnya sujud, semua ibadah adalah hakikatnya sujud, semua taat adalah hakikatnya sujud.